Label

mikrobiologi (2) Novel (1) Pernik (1) Sinopsis (1)

Minggu, 25 November 2012

StarChild = Manusia + Alien ???


Apakah anda pernah mendengar tentang kerangka Star Child? Apabila belum, kita berkenalan terlebih dahulu?

Kerangka Star Child merupakan kerangka tengkorak manusia yang abnormal. Kerangka StarChild kembali menjadi perbincangan di tahun 2004. Kerangka ini dianggap sebagai tengkorak dari anak kecil yang mengidap hidrocephalus atau tengkorak anak yang mengalami kecacatan genital. Ada juga yang beranggapan bahwa tengkorak itu berasal dari hibrid alien dan manusia.
Bermula dari ditemukannya sebuah tambang tua oleh seorang gadis pada tahun 1930. Ternyata didalam tambang itu ada banyak tengkorak-tengkorak aneh  dan beberapa tengkorak normal lainnya. Tengkorak tersebut disimpan, dan pada akhirnya pada tahun 1998, tengkorak tersebut diteliti oleh Lloyd Pye.
Lyode melakukan beberapa metoda untuk menguji penanggalan karbon 14 dari tengkorak tersebut. Metoda itu antara lain CAT  Scan, Sinar X, penanggalan radiokarbon, scan tulang, analisis scanning elektron mikroskopis dan analisis DNA mitokondria. Keunikan DNA mitokondria adalah setiap anak memiliki DNA mitokondria yang sama dengan DNA mitokondria ibunya. Oleh karena itulah analisis DNA mitokondria umumnya dilakukan untuk mengidentifikasi keturunan dari garis keturunan ibu (maternally linkage) dan terbukti bahwa ibu dari tengkorak-tengkorak itu adalah manusia.  Analisa DNA StarChild ini juga dilakukan dilaboratorium  Trace Genetics, laboratorium canggih yang sering digunakan untuk menganalisis DNA dari peninggalan kuno. 

Laboratorium ini menganalisis dengan DNA nuklir, yang dapat menganalisis paket genom dari kedua orang tua. Namun dengan metode ini gagal memberikan hasil karena tidak ada kesesuaian genom ayah dari manusia. Metode yang terbaru bernama Genome Sequencer System, dengan metode ini dapat diurutkan pasangan genom dasar yang dihubungkan melalui ikatan hidrogen pada pasangan basa. Genom StarChild akan dibandingkan dengan genom manusia, simpanse dan hewan lain. Namun metode ini belum dapat secara jelas melansir siapa ibu dan ayah dari Starchild ini. Hipotesis mengenai StarChild merupakan hibrid manusia dan alien, masih tidak terbantahkan.

Sabtu, 24 November 2012

Sinopsis " Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin"

Judul: Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Penulis: Tere-Liye
Saat pertama melihat covernya, saya langsung tertarik, dengan judul yang "panjang", membuat saya semakin penasaran bagaimana jalan ceritanya. Berikut sinopsis singkatnya..
Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis kecil yang bertemu dengan "malaikat" nya. Gadis jalanan ini bernama Tania. Pertemuan  mereka di bus kota, menjadi awal dari semuanya. Malaikat itu merengkuh mereka dari kehidupan jalanan yang penuh dengan nestapa. Kasih sayang, harapan, dan teladan yang diberikan membuahkan sebuah perasaan yang aneh dan membingungkan untuk gadis yang masih sangat kecil. Saat beranjak dewasa, dengan perjalanan hidup yang tidak mudah, barulah dia menyadari perasaan itu. Perasaan yang sebal saat orang lain berada di dekat "Dia", perasaan kagum, terpesona yang muncul tak tertahakan. Dari situ Tania tahu dia sedang jatuh cinta.

Apakah cinta Tania ini muncul dengan wajar dan terbalaskan? Atau kah hanya bertepuk sebelah tangan?  
Langsung saja baca novelnyaa...

Mikroskop


 
Mikroskop adalah merupakan alat terpenting dalam mempelajari mikrobiologi. Dengan mikroskop kita dapat melihat, mengenali dan mengklasifikasikan jasad renik yang amat kecil menjadi  terlihat besar. Perkembangan mikroskop hingga saat ini juga menjadi salah satu prestasi dalam dunia mikrobiologi. Secara umum, inilah bentuk mikroskop dan diskripsi bagian-bagiannya.

Mikroskop
·         Lensa Okuler, berbeda dengan lensa objektif, lensa okuler berada didekat mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak dan diperbesar yang ditangkap dari lensa objektif, sehingga mata kita dapat melihat preparat lebih besar.
·         Lensa Objektif, sesuai dengan namanya, lensa ini berada dekat dengan objek yang akan diamati. Membentuk bayangan nyata, terbalik, dan diperbesar. Ada 3 macam lensa objektif berdasarkan kemampuan perbesarannya. Pada lensa ini dibantu denga revolver untuk mengatur perbesaran pada lensa objektif.
·         Revolver, fungsinya untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
·         Kondensor, memiliki fungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
·         Mikrometer (Pemutar halus), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
·         Makrometer (Pemutar kasar) makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
·         Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
·         Meja Mikroskop, berfungsi sebagai tempat meletakkan preparat  yang akan di amati.
·         Penjepit Kaca, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
·         Lengan Mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
·         Kaki Mikriskop, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
·         Sendi Inklinasi, untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
Setelah kita mengetahui bagian-bagian mikroskop secara umum. Berikut ini adalah jenis-jenis mikroskop.
Mikroskop Medan Terang

Pembahasan sebelumnya merupakan penjelasan bagian-bagian dalam mikroskop medan terang. Dalam mikroskop medan terang, medan mikroskop atau daerah yang diamati diterangi dengan benderang sehingga objek-objek yang sedang ditelaah tampak lebih gelap dari pada latar belakangnya. Mikroskop majemuk, pembesaran dicapai dengan menggunakan sistem lensa berlawanan dengan mikroskop sederhana Leeuwenhoek, yang hanya menggunakan lensa tunggal, dimana lensa terdapat pada kondensor memusatkan kerucut cahaya pada medan spesimen. Sebagian dari berkas cahaya dalam kerucut cahaya ini secara langsung menembus lensa objektif untuk membentuk cahaya latar belakang atau medan terang. Berkas cahaya yang mengenai objek (mikroorganisme) pada spesimen tersebut dan menjadi “bengkok” difokuskan oleh lensa objektif sehingga terbentuk bayangan objek tadi. Bayangan tersebut diperbesar oleh lensa okuler. Jadi yang memberikan pembesaran permulaan ialah sistem lensa objektif kemuduan lebih diperbesar lagi oleh sistem lensa okuler.
     

Mikroskop Medan Gelap

Mikroskop medan gelap (Dark–Field Microscope) adalah mikroskop dengan medan yang mengelilingi preparat kelihatan gelap, sedangkan obyek yang diamati tampak lebih terang dari latar belakangnya. Hal ini terjadi karena mikroskop medan gelap digunakan kondensor khusus yang memiliki sudut apertura lebih besar dari lensa obyektif. Cahaya masuk kedalam lensa obyektif hanyalah cahaya yang didifraksikan oleh spesimen sehingga spesimen terlihat terang dengan latar belakang gelap. Mikroskop gelap digunakan untuk mengamati bakteri hidup, khususnya bakteri yang begitu tipis yang hampir mendekati batas daya pisah Mikroskop majemuk. Mikroskop medan gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa dalam hal adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat. Berkas cahaya dari kerucut ini tidak langsung diteruskan ke lensa obyektif, melainkan berkas cahaya ini dipantulkan dengan sudut yang kecil dari bagian atas preparat. Setiap berkas cahaya  yang menyentuh spesimen akan dipantulkan langsung kedalam obyektif dengan demikian spesimen terlihat putih pada latar belakang hitam. Tanpa spesimen, medan pandang kelihatan gelap, karena tidak ada sesuatu yang dapat menyebabkan cahaya dipantulkan ke lensa obyektif.
                             
Mikroskop Fase  Kontras

Mikroskop kontas fase, dasar dari Mikroskop kontas fase adalah cahaya yang masuk melalui suatu spesimen sebanding dengan indeks refraksinya.  Mikroskop fase kontras digunakan untuk melihat sel dalam keadaan utuh/hidup. Bila sinar melewati sel/bagian sel, cahaya tersebut akan berubah fase sesuai dengan indeksrefraksi sel. Cahaya yang melewati bagian padat sel (misalnya nukleus) akan mengalami perubahan fase secara relatif dibandingkan dengan bagian sekitarnya. Perubahan fase akan diinterferensikan oleh ring phase. Cahaya satu fase akan mengalami interferensi sehingga saling memperkuat dan menimbulkan warna terang. Cahaya yang berbeda fase akan mengalami interferensi juga namun dalam keadaan saling melemahkan sehingga cahaya yang dihasilkan redup.Pada mikroskop ini diadakan modifikasi lensa sehinggga perbedaan derajat terang tembus dari struktur sel dengan lingkungan sekitarnya dapat dilihat lebih jelas. Modifikasi lensa terletak pada kondensor dan lensa obyektif.  

Mikroskop Fluoresense dan Ultraviolet

Perbedaan mikroskop ini dengan mikroskop lainnya ada pada sumber cahaya yang digunakan.  Pada mikroskop fluoresense digunakan untuk mendeteksi adanya benda asing atau antigen (seperti bakteri, virus dan ricketsia) dalam jaringan. Untuk mikroskop ultraviolet menggunakan cahaya ultraviolet sebagai sumber utama pencahayaannya. Dengan pencahayaan ultraviolet, maka perbesaran bisa ditingkatkan menjadi 2x lipat dari mikroskop cahaya.
                      

Mikroskop Elektron

Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk  mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini  menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi   elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.

  

Penggolongan dan jenis bakteri


 
Bakteri adalah suatu organisme hidup yang memiliki struktur sel sangat sederhana dan hanya bersel tunggal (uniselular). Bakteri berkembang lebih banyak di antara semua jenis organisme yang ada. Bakteri dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti tanah, air, ataupun sebagai simbiosis organisme lain. Bakteri pertama kali ditemukan oleh Anthony van Leeuwenhoek pada 1674 tepat setelah ditemukannya mikroskop.
Jenis-jenis bakteri sangatlah banyak. Untuk memudahkan mengenalinya bakteri dibagi berdasarkan cara memperoleh makannya, berdasarkan bentuknya, dan yang terakhir penggolongan jenis bakteri berdasarkan proses pewarnaan.

Penggolongan Jenis Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Nutrisi
Penggolongan jenis bakteri berdasarkan caranya memperoleh nutrisi dapat digolongkan menjadi dua jenis bakteri, yakni jenis bakteri heterotrof dan jenis bakteri autotrof
A. Jenis Bakteri Heterotrof
Zat organik yang berasal dari lingkungan sekitarnya adalah sumber makanan bagi bakteri jenis ini. Jenis bakteri ini melakukan hal itu karena ia tidak dapat membentuk zat organik yang diperlukannya secara sendiri.  Zat organik yang dibutuhkannya bisa berasal dari sisa-sisa organisme makhluk lain. Jenis bakteri heterotrof yang mendapatkan zat organik dari sisa makanan makhluk hidup lain biasa disebut dengan jenis bakteri saprofit atau dikenal juga dengan sebutan jenis bakteri pembusuk. Jenis bakteri pembusukkan menguraikan zat organik dalam sisa-sisa makanan tadi menjadi zat anorganik, seperti H2, CO2, energi,dan mineral. Bakteri tersebut juga terdapat pada usus manusia , jenis bakteri ini akan bekerja maksimal untuk menguraikan serat-serat makanan yang masuk ke dalam usus manusia. Dengan demikian, manusia akan sangat mudah mengeluarkan sisa metabolisme tubuh.
Selain jenis bakteri saprofit yang menguntungkan, ada juga golongan jenis bakteri heterotrof yang merugikan, yakni jenis bakteri parasit. jenis bakteri parasit akan menyebabkan patogen atau sakit karena jenis bakteri ini tidak memakan makanan sisa metabolisme, melainkan mengambil makanan dari zat organik yang masih diperlukan inangnya. 
                 


B. Jenis Bakteri Autotrof
Berbeda dengan jenis bakteri heterotrof, jenis bakteri autotrof mampu membentuk zat organik yang dia perlukan sebagai makanannya sendiri. Jenis bakteri ini dibedakan lagi menjadi dua yaitu, fotoautrotrof dan bakteri kemoautotrof.
Jenis bakteri fotoautotrof adalah jenis bakteri yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis. Contoh dari jenis bakteri ini, di antaranya bakteri hijau dan bakteri ungu.
               
Sementara jenis bakteri kemoautotrof adalah jenis bakteri yang menggunakan energi kimia untuk menghasilkan makanannya. Contoh dari jenis bakteri kemoautotrof adalah Nitrosomonas, Nitrosococcus, dan Nitrosobacter yang dapat memecah NH3 menjadi NH2, air, dan energi.

Nitrosomonas

Penggolongan Jenis Bakteri Berdasarkan Bentuk
Jika penggolongan jenis bakteri berdasarkan cara memperoleh makannya hanya memiliki dua jenis bakteri, maka berbeda dengan jenis bakteri yang digolongkan berdasarkan bentuknya. Penggolongan jenis bakteri berdasarkan bentuknya memiliki beberapa jenis bakteri, yakni jenis bakteri Coccus, jenis bakteri Basil, dan jenis bakteri spiral.
Coccus adalah jenis bakteri yang memiliki bentuk bulat seperti bola dan beberapa variasi bentuknya. Misalnya, mikrococcus (jika bakteri berukuran kecil dan tunggal), diplococcus (jika berjumlah ganda), tetracoccus (jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar), sarcina (jika bergerombol dan membentuk kubus), staphyloccus (jika bergerombol), streptococcus (jika bergandengan dan membentuk rantai).


      
Basil (bacillus) adalah kelompok atau jenis bakteri yang memiliki bentuk batang atau silinder. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah diplobacillus (jika bergandengan dengan berpasangan dua-dua), streptobacillus (bergandengan dan membentuk rantai).
    
Spiril (spirilum) adalah jenis bakteri yang memiliki bentuk lengkung dan beberapa variasinya, seperti vibrio (bentuk koma, lengkung, atau kurang dari setengah lingkaran) dan spiral (berbentuk lengkung, tetapi lebih dari setengah lingkaran).
     

Penggolongan Bakteri Berdasarkan Proses Pewarnaan
Bakteri mempunyai struktur, morfologi dan sifat yang khas. Untuk memahami struktur tersebut kita perlu melakukan proses pewarnaan atau staning karena bakteri yang hidup hampir tidak berwarna. Proses ini memungkinkan kita dapat melihat bagian dalam tubuh bakteri tersebut dan juga dapat mengetahui sifat fisiologinya yaitu mengenai reaksi dinding sel bakteri melalui proses pewarnaan tersebut. 
Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, peluntur warna , substrat, intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna, kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam, dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies.
Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pengecatan sederhana, pengecatan negatif, pengecatan diferensial dan pengecatan struktural. Pemberian warna pada bakteri atau jasad- jasad renik lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis, atau olesan, yang sudah difiksasi, dinamakan pewarnaan sederhana. Prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel microbe atau bagian-bagian sel microbe disebut teknik pewarnaan diferensial. Sedangkan pengecatan struktural hanya mewarnai satu bagian dari sel sehingga dapat membedakan bagian-bagian dari sel. Termasuk dalam pengecatan ini adalah pengecatan endospora, flagella dan pengecatan kapsul.
Pada pewaranaan differensial terdapat metode Gram, suatu metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, yakni gram-positif dan gram-negatif, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka ( reaksi atau sifat bakteri terhadap cat). Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae (penyebab penyakit paru-paru). 
            
     Hans Christian Gram             
Dalam pewarnaan gram diperlukan empat reagen yaitu :
·         Zat warna utama (violet kristal)
·         Mordan (larutan Iodin) yaitu senyawa yang digunakan untuk mengintensifkan warna utama.
·         Pencuci / peluntur zat warna (alcohol / aseton) yaitu solven organic yang digunakan uantuk melunturkan zat warna utama.
·         Zat warna kedua / cat penutup (safranin) digunakan untuk mewarnai kembali sel-sel yang telah kehilangan cat utama setelah perlakuan denga alcohol.

Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram-negatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu, yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka.
Metode Gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam, yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia. Bakteri bakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa, seperti pewarnaan sederhana atau Gram.